Archive for September, 2007
Memang ku tak mampu belikan dia perhiasan …… tak pernah
Atau memberi kemewahan
Tapi kuyakin dia bahagia
Tanpa itu semua….
Sudah kuberitahu …
Masih juga begitu ..
Berkali-kali diberitahu ..
Tak juga kau mengerti …
Percuma…kau berikan cintamu
Percuma… kau harapkan cintaku
Dari dulu … kamu sudah tau
Dari dulu… kukhianati kamu
Kuambil gitar dan
Mulai memainkan
Lagu lama yang biasa
Kita nyanyikan
Berenang ditepi pantai ..banyak minyak, sampah dan kotoran ..
Aku nyebur menerjang ombak, bikin lengket badan dan rambut ..
Lepas kail tepi sungaai ..air-nya coklat dan berbusa ..
Nggak ada ikan yang nyangkut .. bikin gaatel kulit dan bau …
Terima kasih Baliku untuk budaya dan alammu
Terima kasih untuk cantik gadismu
Dan kerasnya arak Balimu
Anjing menggonggong
Kafilah tetap berlalu
Ada yang ngoceh kosong
Aku terus melaju
Ada udang dibalik-balik batu
Bikin hati senang
Padahal dia ada mau
Ku tertawa, walau hati kecewa ya …
Kupaksakan untuk tetap tertawa
Ku bernyanyi, walau hati menanggis ya …
Ku coba untuk tetap bernyanyi
Sahabat datang dan pergi … kadang menghianati
Begitupun rasa cinta … kadang mengecewakan
Pacarku…ayo kita pulang
Waktu hampir jam dua belas malam
Kita nggak bisa kemana-mana lagi
Karena kita sudah berjanji
Melatiku.. apa kabar kamu disana..?
Kuharap engkau s’lalu tertawa..
Melatiku.. tenang-tenang saja di sana ..
Pedamkan pedih dan sibukkan diri nikmati hari ..








